Menahan godaan belanja dengan berinvestasi bersama OVO | Invest

March 26, 2021


Haihaihai

Guys, Kalian pernah kepikiran ga selama pandemi ini kita tidak bisa pergi ke mana-mana. Terlebih para buruh corporate alias pekerja kantor seperti aku di mana sepanjang pandemi ini masih aktif bekerja dari pagi hingga sore. Sebagian waktu dihabiskan di kantor dan malam hari istirahat di rumah. Dan jika dipikir-pikir lagi seharusnya di masa pandemi ini pengeluaran kita semakin berkurang. Sebab tidak bisa bepergian ke mana-mana seperti layaknya sebelum masa pandemi. Kegiatan traveling dari satu tempat ke tempat lain, hang out sana-sini, wisata kuliner, berburu barang diskon di pusat perbelanjaan adalah kegiatan yang biasa aku lakukan ketika weekend. Tetapi ketika pandemi melanda, kegiatan yang aku habiskan adalah stay at home saat weekend.

Yap, stay at home adalah salah satu upaya pencegahan memutus rantai penyebaran COVID-19 dan ini adalah salah satu anjuran dari pemerintah dan WHO.

Stay at home ≠ hemat

Guys, Seharusnya pengeluaran kita semakin berkurang selama masa pandemi ini sebab mobilitas kita semakin berkurang apalagi kita sekarang sedang stay at home sesuai anjuran WHO. Tetapi ternyata aku salah guys, baik dimasa pandemi maupun masa sebelum pandemi biaya yang aku keluarkan untuk kebutuhan primer, sekunder dan tersier adalah sama aja.

Kenapa?

Karena seiring berkembangnya zaman di mana teknologi kian canggih, kegiatan yang dulu kita lakukan secara offline kini bisa menjadi online. Begitu pun cara berbelanja juga semakin canggih. Jika kita tidak perlu mengunjungi toko untuk berbelanja karena telah tersedia secara online di e-commerce. Tinggal pilih barang- check out- bayar- proses pengiriman barang- sampai di tangan kita.

Yang namanya niat berbelanja, meskipun mobilitas untuk bepergian keluar rumah tidak bisa dilakukan maka berbelanja online adalah solusinya.

Honestly hal yang sulit untuk dilakukan adalah menabung dan mengatur keuangan. Selalu ada saja alasan yang menjadikanku gagal memulai menabung. Apakah itu adanya kebutuhan mendadak, uang dipinjam oleh teman atau saudara, bahkan terkadang khilaf membeli barang-barang lucu, skincare atau make-up. Padahal aku belum terlalu butuh akan barang tersebut. Dan selalu akhirinya dengan kata “menyesal” ketika melihat tabungan kian menipis.

Awalnya aku mencoba mengatur keuangan dengan cara mencatat secara manual yaitu membuat tabel uang masuk, uang keluar, menempelkan struk belanjaan, dan perencanaan berbelanja. Tetapi cara ini hanya bertahan satu hingga dua bulan saja karena diriku yang tidak konsisten dalam mencatat keuangan dan mengumpulkan struk belanjaan. Alhasil mandek dan tidak dilanjutkan.

Kemudian aku mencoba unduh/download aplikasi keuangan. Hanya perlu menginput data income dan outcome. Karena berupa aplikasi digital sehingga lebih memudahkanku ketika membuat data pengeluaran hanya perlu rajin menginput data tiap ada pengeluaran. Outputnya berupa diagram dan tabel. Tetapi cara ini juga hanya bertahan beberapa bulan saja karena sekali lagi bahwa diriku yang tidak konsisten dalam menginput data pengeluaran, aku tidak khawatir pada data pemasukan karena data ini diinput pada akhir atau awal bulan setelah memperoleh salary alias gaji tetap dari pekerjaanku di kantor.

Kemudian aku mencoba berinvestasi emas berdasarkan saran dari kakak ku seorang banker, yang menurutku lebih paham dalam mengatur keuangan. Terdapat berbagai cara menabung emas, beberapa di antaranya membeli logam mulia, membeli perhiasan, menabung emas, dan lain-lain. Aku memilih membeli perhiasan agar suatu saat jika ada keperluan mendesak bisa di jual kembali dan perhiasannya bisa digunakan sebagai achievement untuk diri sendiri.

Tetapi menurutku cara ini cukup berisiko. Karena harga perhiasan cukup mahal sehingga gaji yang aku terima langsung disisihkan beberapa persen gaji (sekitar 40-50%) untuk membeli perhiasan, dan sisanya dialokasikan untuk kebutuhan sebulan di antaranya: bayar ini dan itu, kirim orang tua dan keperluan lain.

Pada pertengahan hingga akhir bulan, aku sudah tidak mulai menggunakan dana darurat untuk keperluan sehari-hari. Alhasil jika ada keperluan mendesak, maka perhiasan yang dibeli di awal bulan tersebut dijual kembali.

Guys, kenapa aku sempat mengatakan cara ini cukup berisiko? Karena jika kita menjual perhiasan ketika harga emas turun, maka harga jual perhiasan kita tersebut aku turun juga alias kita merugi. Tetapi kita dihadapkan pada keperluan mendesak dan butuh uang jadi mau tidak mau kita tetap menjual perhiasan tersebut.

Sempat dilema, karena aku ingin memulai menabung atau berinvestasi tetapi takut akan risikonya. Sehingga aku mulai mencari jenis investasi yang minim risiko. Aku ingin memiliki invesitasi tetapi jika memiliki keperluan mendesak bisa di cairkan dan tidak terlalu rugi dalam pencairan. Akhirnya aku menemukan solusinya, yaitu OVO | Invest. Menurut aku OVO | Invest ini memiliki beberapa kelebihan. Nah, buat kalian yang penasaran berikut pengalaman aku selama menggunakan OVO | Invest.


OVO | Invest

Guys berbicara tentang teknologi, tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan aplikasi berwarna ungu ini yaitu OVO. OVO adalah aplikasi smart alias serba bisa yang memberikan kita kemudahan dalam bertransaksi, Simpel, Instan, dan Aman. Singkatnya OVO adalah aplikasi pembayaran dan transaksi secara online, dan beberapa fitur lain yang melengkapinya dan memudahkan kita dalam bertransaksi.

OVO memiliki fitur baru yaitu fitur investasi atau OVO | Invest.

OVO | Invest merupakan terobosan terbaru di Indonesia yaitu dengan mengintegrasikan e-money dan e-investment. Layanan ini diluncurkan secara resmi pada 26 Januari 2021.

OVO bersama Bareksa menghadirkan produk reksa dana pasar uang yang dikelola oleh Manulife Aset Manajemen Indonesia, bernama Manulife OVO Bareksa Likuid atau MOBLI. Oya, OVO | Invest juga diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sehingga tidak perlu khawatir akan investasi bodong.

Akhir-akhir ini aku mulai menggunakan OVO | Invest karena ini adalah salah satu upaya investasi yang aku perlukan yaitu mudah, tidak ribet, secara online, dan bisa mencairkan dana investasi kapan pun kita mau.

Keunggulan OVO | Invest

a. Proses pendaftaran mudah dan 100% online dalam aplikasi OVO

b. Pembelian produk yang mudah dengan OVO Cash Memulai investasi dengan hanya Rp 10.000 saja

c. Bebas biaya pembelian

d. Pencairan dana ke OVO Cash yang cepat, tanpa menunggu juga tanpa biaya admin

e. Mendapatkan potensi keuntungan dari return investasi

f. Portofolio investasi dapat dipantau dan diatur kapan saja dalam aplikasi OVO

 

 Mekanisme Pendaftaran dan Investasi

a. Buka aplikasi OVO, terlebih dahulu upgrade menjadi OVO Premier


b. Jika sudah menjadi OVO Premier , jangan lupa untuk mengisi daftar akun bank sehingga memudahkan ketika pencairan dana. Setelah itu pilih ikon/logo Invest


c. Klik Mulai Sekarang

d. Akan muncul Syarat dan ketentuan, Bacalah syarat dan ketentuan berlaku.

Kemudian untuk melanjutkan, berikan centrang ü pada persetujuan


e. Isi profil resiko, terdapat 3 pengisian data yaitu:

- Jangka waktu investasi yang kamu butuhkan

- Jika nilai investasi kamu turun 15%, kamu akan …..

- Jenis investasi yang pernah kamu beli

f. Kemudian klik- Lanjutkan


g. Isi data diri

- Lalu klik –kirim

- kemudian verifikasi akun. Estimasinya 1 x 24 jam.


Membeli OVO | Invest

a. Buka aplikasi OVO, pastikan kita memiliki OVO Cash alias saldo. Pilih topup- pilih jenis pengisian

Topup OVO Cash sangat mudah guys, bisa menggunakan kartu debit, Mesin ATM, Mbangking, dll)

b. Pilih ikon/logo- Invest

c. Akan muncul Portofolio kita berisi : Reksa dana, total keuntungan, imbalan hasil

d. Klik Beli






e.Isi nominal investasi (Jumlah minimal investasi adalah Rp 10.000).

f. Muncul konfirmasi pembelian. Proses pembelian sampai realisasi di portofolio memakan waktu maksimal 3 hari bursa.

Melihat Keuntungan OVO | Invest

- Buka aplikasi OVO

- Pilih ikon/logo- Invest

- Akan muncul Portofolio kita berisi : Reksa dana, total keuntungan, imbalan hasil

- Pada foto ini menampilkan keuntunganku sebesar Rp 2 dengan investasi senilai Rp 35.000 .


Cara Jual Reksadana pada OVO | INVEST

- Buka aplikasi OVO

- Pilih ikon/logo- Invest

- Akan muncul Portofolio kita berisi : Reksa dana, total keuntungan, imbalan hasil

- Pilih jual

-Masukkan nominal yang ingin dicairkan. Klik konfirmasi lalu pilih proses pencairan.

- Proses pencairan kembali ke OVO Cash tidak membutuhkan waktu 1 menit dan tidak ada biaya penjualan. 


Guys, mungkin ini adalah salah satu investasi yang akhirnya bisa aku jalani. Karena selain caranya gampang serba digital, proses penjualannya juga mudah.

So, bagaimana guys, apakah kalian juga ingin memulai investasi? Mumpung masih mudah dan memiliki penghasilan. Daripada gaji / pendapatan kita habis-habis begitu saja mending digunakan untuk berinvestasi. Oya OVO | Invest juga banyak promo menarik. Mau tahu lebih lanjut? Yuk lihat media sosial mereka! Sekian pengalaman aku memulai berinvestasi.

Mengatur keuangan dengan menahan keinginan belanja

Aku mau share pengalaman, tetapi seperti tips gitu yang akhir-akhir ini ku jalani dalam mengatur keuangan

1. Membuat perencanaan belanja bulanan

Dikarenakan aku cukup tidak konsisten dalam mencatat tiap pengeluaran yang aku lakukan ketika berbelanja, maka aku menyiasatinya dengan cara membuat perencanaan belanja. Aku mencatat apa saja yang aku butuhkan ketika akan berbelanja sehingga meminimalisir adanya khilaf dan panic attack .

2. Membeli apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan

Tidak masalah jika isi keranjang kita penuh di e-commerce tetapi untuk melanjutkan ke proses selanjutkan, pikirkan lah terlebih dahulu. Apakah barang tersebut yang kita butuhkan atau hanya yang kita inginkan. Karena jika itu adalah kebutuhan mungkin kita bisa pertimbangkan apakah barang tersebut kebutuhan mendesak atau masih bisa diakali dengan menggunakan barang yang ada.

Jika itu hanya keinginan, Jangan buru-buru membelinya sebab bisa jadi itu hanya keinginan semata bukan maksud untuk memiliki. Dan suatu saat jika keinginan tersebut bisa berubah menjadi tidak diinginkan

3. Jangan tergiur dengan pinjaman online

Balik lagi dengan point ke 2, jika hal tersebut bukan merupakan kebutuhan maka lebih baik menghindari pinjaman baik itu offline ataupun online. Jangan tergiur dengan iklan maupun penawaran yang mereka tawarkan. Ingatlah cicilan yang akan kita hadapi tiap bulan jika mengambil pinjaman online. Dana yang tadinya bisa kita tabung atau investasi akan dikeluarkan untuk membayar cicilan.

4. Kurangi membeli cemilan/ junk food dan lebih baik memasak

Guys, terkadang memasak adalah salah satu kegiatan yang malas aku lakukan. Bukan pada kegiatan memasak alias menghidupkan kompor tetapi pada proses membersihkan pra dan pasca memasak. Tetapi benefit yang didapat dengan memasak sendiri adalah pengeluaran menjadi berkurang dan lebih hygienis.

5. Mulai menabung dan investasi

Meskipun beberapa kali gagal dalam mengatur keuangan, susah menabung tetapi aku tidak akan menyerah. Karena dengan menabung dan berinvestasi mengajarkan kita hidup lebih hemat karena beberapa persen uang kita akan dialokasikan untuk menabung dan investasi sehingga mengurangi pengeluaran yang sia-sia #GercepBiarMantep. Selain itu, Karena aku ingat pepatah “Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”. Yuk buruan daftar OVO | Invest dengan klik di sini.

Cheers

Ira

You Might Also Like

1 Comments

Subscribe